Ga tau kenapa aku ingin berteman
dengan malam ... ingin merasakan kesendirian lagi berjalan atas dasar aku
dengan berlakon aku dan berakhir di aku
19 januari 2012 23:09
Ketika malam ... puisi bercerita
kepada malam ... suasananya seperti dulu saat berteman dalam kesendirian
kudapatkan ketaatan akan diriku sendiri ... dapat berjalan jalan tanpa
mengingat kekecewaan ... berkawan dengan malam seakan membawaku kembali
menikmati kesendirian tanpa kawan
19 januari 2012 23:21
>
malam? Yang kuingat akan malam adalah ketika malam menyibakkan sifat dasar
manusia “kesombongan” akan dirinya disertai kepesimisan akan keoptimisan
19
januari 2012 23:28
Malam??? Malam adalah cermin
keaslianku ... malam adalah kawan setiaku ... malam ini tetaplah aku terbisik
alunan kesepian yang meraja alunan jiwa yang merana ...
Saat kekecewaan melanda malamlah
yang akan tetap setia
19 januari 2012 23:32
>ingatlah
juga malam musuhmu! Terlihat sangat baik dalam ketenangan namun diam-diam
menusukmu dengan kepekatan dinginnya yang ia hembuskan ...
19
januari 2012 23:35
Beratapkan malampun aku rela
bermusuhan malampun aku terima
Ketika aku tak berarti apa-apa
hilang termakan bisikan angin malam bersama gemuruh langit hujanpun turun
melengkapi bait-bait kesendirianku ...
Siapa yang menemaniku??? MALAM !
19 Januari 2012 23:39
>malam
bukan setia? Melainkan hanya menunaikan tugasnya ... malam hanya mempermainkan
kehidupan manusia ... yang manusia tak tau akhirnya tapi malam sudah mengetahui
akhir ceritanya ...
19
januari 2012 23:41
Indahnya ketika bertumbuh ala
pohon,, kita tidak hanya bersahabat dengan siang tetapi malampun bisa menjadi
sahabat baik ketika kita menyadari itu sejumlah pintu kehidupanpun akan terbuka
dengan sendirinya kebahagiaan abadi, kematian tak lagi menjadi hukuman ataupun
ketakutan melainkan menjadi kelahiran kembali manusia dalam cahaya abadi
19 Januari 2012 23:45
>indahnya
jadi tanah, ketika kita mampu menemani pohon untuk selalu tumbuh ... menampung
segala keluh kesah pohon, menjadi pijakan, tanah akan menggenggam erat pohon
agar tak mudah goyah ketika angin siang atopun malam berhembus ...
19
januari 2012 23:48
Semuanya semu ... semuanya akan
sirna... berkerumun dalam naungan kenyataan apa yang diraba takkan sama dengan
apa yang dirasa... berjibaku dengan waktu mencari genggaman untuk bertahan...
sekuat tanah ketika tertimpa serbuan airpun terasa sangat rapuh... semu semu
dan sirna
19 januari 2012 23:53
>itulah
kehidupan! SEMU! Tapi memang itulah arti dari kehidupan semua fana ... bukankah
kita sangat terbuai oleh kesemuan kehidupan? Bukankah kita merindukan kesemuan?
Tanah
akan selalu berusaha memegang erat akar pohon walaupun nantinya akan hancur
bersama ...
19
januari 2012 23:56
Takkan bisa kutakhlukan kemegahan
malam ...dalam hidupku pagi akan berakhir dengan malam tak mungkin kupungkiri
hasrat dijiwa ini bahwasanya aku sedang menghampa berjuta asa kupadamkan
...kubiarkan megahnya malam kalahkan semuanya
20 januari 2012 00:00
>kemegahan
malam tak akan membuatmu berisi kegembiraan! Yang ada kao akan tetap menjanda
akan kegaduhan dunia kao akan tetap hampa! Untuk apa mendewakan malam?
20
januari 2012 00:07
Bukan mendewakan bukan pula
pasrah akan kemegahan malam ... penelaahanku tak berarti apapun ... hanya
sekedar dogma runtutan kehidupan menjelas apa yang memang sudah tercipta..
semua akan sirna seiring alunan pagi datang menjelma merubah megahnya kelam ...
20 Januari 2012 00:16
>tak
hanya merubah kemegahan malam menjadi keceriaan pagi ... tapi juga menyisakan
luka yang diberikan malam. Luka yang bertubi-tubi. Masih patutkah kita ingat
akan malam?
20
januari 2012 00:21
Haruskah dilupakan?? Bukankah itu
rangkaian kehidupan?? Yang akan menjadi sebuah pelajaran indah dalam
melanjutkan alunan kehidupan?? Haruskah hanya mengingat yang indah? Bukankah
kelam pun harus berjalan berdampingan?
20 Januari 2012 00:23
>haruskah
mengingat yang menyesakkan dada? Memang harus berjalan seiringan kelam dan
terang bahkan harus bergandengan mesra ... tapi ketika jiwa kita ingin
melupakan haruskah berpura-pura untuk selalu mesra akan kelam? Aku manusia
bukan dewa ...
20
januari 2012 00:27
Tidak ada komentar:
Posting Komentar