Minggu, 08 Juli 2012

aku, malam, dan dia


Ga tau kenapa aku ingin berteman dengan malam ... ingin merasakan kesendirian lagi berjalan atas dasar aku dengan berlakon aku dan berakhir di aku
19 januari 2012 23:09

Ketika malam ... puisi bercerita kepada malam ... suasananya seperti dulu saat berteman dalam kesendirian kudapatkan ketaatan akan diriku sendiri ... dapat berjalan jalan tanpa mengingat kekecewaan ... berkawan dengan malam seakan membawaku kembali menikmati kesendirian tanpa kawan
19 januari 2012 23:21

> malam? Yang kuingat akan malam adalah ketika malam menyibakkan sifat dasar manusia “kesombongan” akan dirinya disertai kepesimisan akan keoptimisan
19 januari 2012 23:28

Malam??? Malam adalah cermin keaslianku ... malam adalah kawan setiaku ... malam ini tetaplah aku terbisik alunan kesepian yang meraja alunan jiwa yang merana ...
Saat kekecewaan melanda malamlah yang akan tetap setia
19 januari 2012 23:32

>ingatlah juga malam musuhmu! Terlihat sangat baik dalam ketenangan namun diam-diam menusukmu dengan kepekatan dinginnya yang ia hembuskan ...
19 januari 2012 23:35

Beratapkan malampun aku rela bermusuhan malampun aku terima
Ketika aku tak berarti apa-apa hilang termakan bisikan angin malam bersama gemuruh langit hujanpun turun melengkapi bait-bait kesendirianku ...
Siapa yang menemaniku??? MALAM !
19 Januari 2012 23:39

>malam bukan setia? Melainkan hanya menunaikan tugasnya ... malam hanya mempermainkan kehidupan manusia ... yang manusia tak tau akhirnya tapi malam sudah mengetahui akhir ceritanya ...
19 januari 2012 23:41

Indahnya ketika bertumbuh ala pohon,, kita tidak hanya bersahabat dengan siang tetapi malampun bisa menjadi sahabat baik ketika kita menyadari itu sejumlah pintu kehidupanpun akan terbuka dengan sendirinya kebahagiaan abadi, kematian tak lagi menjadi hukuman ataupun ketakutan melainkan menjadi kelahiran kembali manusia dalam cahaya abadi
19 Januari 2012 23:45

>indahnya jadi tanah, ketika kita mampu menemani pohon untuk selalu tumbuh ... menampung segala keluh kesah pohon, menjadi pijakan, tanah akan menggenggam erat pohon agar tak mudah goyah ketika angin siang atopun malam berhembus ...
19 januari 2012 23:48

Semuanya semu ... semuanya akan sirna... berkerumun dalam naungan kenyataan apa yang diraba takkan sama dengan apa yang dirasa... berjibaku dengan waktu mencari genggaman untuk bertahan... sekuat tanah ketika tertimpa serbuan airpun terasa sangat rapuh... semu semu dan sirna
19 januari 2012 23:53

>itulah kehidupan! SEMU! Tapi memang itulah arti dari kehidupan semua fana ... bukankah kita sangat terbuai oleh kesemuan kehidupan? Bukankah kita merindukan kesemuan?
Tanah akan selalu berusaha memegang erat akar pohon walaupun nantinya akan hancur bersama ...
19 januari 2012 23:56

Takkan bisa kutakhlukan kemegahan malam ...dalam hidupku pagi akan berakhir dengan malam tak mungkin kupungkiri hasrat dijiwa ini bahwasanya aku sedang menghampa berjuta asa kupadamkan ...kubiarkan megahnya malam kalahkan semuanya
20 januari 2012 00:00

>kemegahan malam tak akan membuatmu berisi kegembiraan! Yang ada kao akan tetap menjanda akan kegaduhan dunia kao akan tetap hampa! Untuk apa mendewakan malam?
20 januari 2012 00:07

Bukan mendewakan bukan pula pasrah akan kemegahan malam ... penelaahanku tak berarti apapun ... hanya sekedar dogma runtutan kehidupan menjelas apa yang memang sudah tercipta.. semua akan sirna seiring alunan pagi datang menjelma merubah megahnya kelam ...
20 Januari 2012 00:16

>tak hanya merubah kemegahan malam menjadi keceriaan pagi ... tapi juga menyisakan luka yang diberikan malam. Luka yang bertubi-tubi. Masih patutkah kita ingat akan malam?
20 januari 2012 00:21

Haruskah dilupakan?? Bukankah itu rangkaian kehidupan?? Yang akan menjadi sebuah pelajaran indah dalam melanjutkan alunan kehidupan?? Haruskah hanya mengingat yang indah? Bukankah kelam pun harus berjalan berdampingan?
20 Januari 2012 00:23

>haruskah mengingat yang menyesakkan dada? Memang harus berjalan seiringan kelam dan terang bahkan harus bergandengan mesra ... tapi ketika jiwa kita ingin melupakan haruskah berpura-pura untuk selalu mesra akan kelam? Aku manusia bukan dewa ...
20 januari 2012 00:27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar